Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Budya dan Mitos

Makna Dalam Tembang Lir-Ilir

Lir-ilir, lir-ilir tandure wis sumilir Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane Yo surako… surak hiyo… Sayup-sayup bangun (dari tidur) Pohon sudah mulai bersemi, Demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru Anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,? walaupun licin(susah) tetap panjatlah untuk mencuci pakaian Pakaian-pakaian yang koyak(buruk) disisihkan Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore Mumpung terang rembulannya Mumpung banyak waktu luang Mari bersorak-sorak ayo…

Sosok Tokoh Semar

Siapa to yang nggak kenal sama  tokoh wayang (punokawan) Semar??. Secara umum di suku jawa semua orang mengenal semar baik secara dalam maupun dangkal. Nah di sini saya mau mengulas sosok semar menurut saya sendiri yang dimana saya sudah membaca ulasan  seorang semar dari berbagai sumber. Nah langsung saja disimak yaa. Semar adalah tokoh punokawan (abdi) yang selalu mendampingi ksatria yang berbudi baik. Mengenai asal usul Semar, Semar adalah pengejawantahan dari Dewa Ismaya kakak Batara Guru. Ismaya lahir bersama dua orang saudaranya yaitu Tejamantri dan Manikmaya.